TUGAS KELOMPOK
SOFTSKILL ETIKA
BISNIS BAB 1
NAMA
KELOMPOK :
·
Cheria
Puspitaningrum (11213883)
·
Fairuz
Ika Purwandari (13213105)
·
Felly
Aulia (13213399)
·
Rahayu
Eka Rizkiyanti (17213150)
KELAS : 4EA23
Universitas Gunadarma
2016 / 2017
Mata Kuliah :
Etika Bisnis #
Bab 1 :
Definisi Etika dan Bisnis sebagai Sebuah Profesi
Ø Hakekat Mata Kuliah Etika
Bisnis
Menurut kamus, istilah etika memiliki
beragam makna yang berbeda, salah satu maknanya adalah “prinsip tingkah laku
yang mengatur individu atau kelompok.” Kadang kita mengunakan istilah etika
personal, misalnya ketika mengacu pada aturan-aturan dalam lingkup dimana orang
per orang menjalani kehidupan pribadinya. Kita menggunakan istilah etika
akuntansi, ketika mengacu pada seperangkat aturan yang mengatur tindakan
profesional akuntan.
Mengenai etika menurut kamus : etika
adalah kajian moralitas. Para ahli etika menggunakan istilah etika untuk
mengacu terutama pada pengkajian moralitas. Meskipun etika berkaitan dengan
moralitas, namun tidak sama persis dengan moralitas. Etika adalah semacam
penelaah baik aktivitas penelaahan maupun hasil-hasil penelaahan itu sendiri,
sedangkan moralitas merupakan subjek.
Ø Definisi Etika dan Bisnis
Untuk memahami dari etika itu
sendiri, apakah “Etika” maka perlu membandingkannya dengan moralitas. Baik
etika dan moralitas sering dipakai bersamaan serta dapat dipertukarkan dengan
pengertian yang sering disamakan dengan begitu saja. Secara teoritis dapat
membedakan 2 pengertian etika yaitu berasal dari bahasa yunani “Ethos” berarti
adat istiadat atau kebiasaan. Hal ini berarti etika berkaitan dengan
nilai-nilai, tata cara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan segala
kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang lain atau dari
satu generasi ke generasi lainnya.
Pengertian tersebut relatif sama
dengan arti dari moralitas. Moralitas berasal dari bahasa latin “Mos” yang
bentuk jamaknya “Mores” berarti ada istiadat atau kebiasaan. Jadi pengertian
secara umum, etika dan moralitas, sama-sama berarti merupakan sistem nilai
tentang bagaimana manusia harus hidup baik dalam sebuah adat kebiasaan yang
kemudian terwujud dalam pola perilaku yang konsisten dalam kurun waktu yang
lama layaknya sebuah kebiasaan.
Dengan demikian, etika dalam
pengertian kedua dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional
mengenai.
a. Nilai
dan norma yang menyamgkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia.
Misalnya : berbuat baik terhadap sesama manusia, saling toleransi, dan saling
tolong menolong untuk kebaikan dan sebagainya.
b. Masalah-masalah
kehidupan manusia dengan mendasarkan diri dengan nilai-nilai dan norma-norma
moral yang umum di terima.
Menurut pendapat Magnis Suseno, etika adalah sebuah ilmu dan bukan ajaran, yang
menurutnya adalah etika dalam pengertian kedua. Sebagai ilmu yang terutama
menitip beratkan refleksi kritis dan rasional, etika dalam kedua ini
mempersoalkan apakah nilai dan norma moral tertentu harus di laksanakan dalam
situasi kongkret tertentu yang dihadapi seseorang.
Dapat dikatakan bahwa etika bisnis
adalah merupakan studi yang di khususkan mengenai moral yang benar dan salah.
Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana di tereapkan dalam
kebijakan institusi dan perilaku bisnis (Velasquez 2005).
Secara sederhana yang dimaksud dengan
etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis yang mencakup
seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri, dan juga
masyarakat. Hal dimaksud mencakup bagaimana seseorang pelaku bisnis menjalankan
bisnis sacara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak bergantung pada
kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. Sementara etika bisnis
lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang
lebih tinggi dibandingkan dengan standar minimal ketentuan hukum karena dalam
kegiatan bisnis sering kita temukan wilayah abu-abu yang diatur oleh ketentuan hukum.
Menurut dari Von Der Embse dan RA
Wagley dalam artikelnya di Advance managemen Jouurnal (1988), memberikan 3
pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis.
1. Pendekatan Maanfaat, Setiap
tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak
seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi maanfaat
sebesar-besarnya kepada masyarakat.
2.
Pendekatan
Hak Azazi Manusia, Setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya
memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan atau tingkah laku
tersebut harus dihindari apabila menyebabkan terjadinya benturan dengan hak
orang lain.
3.
Pendekatan
Hukum, Para pembuat keputusan memiliki kedudukan
yang sama dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik
secara perseorangan ataupun secara kelompok.
Ø Etiket Moral, Hukum, dan
Agama
·
Persamaan Etika dan Etiket
Etika sendiri berarti moral sedangkan etiket berarti
sopan santun. Pengertian etika berbeda dengan etiket. Etiket berasal dari
bahasa prancis etiquette yang berarti tata cara pergaulan yang baik antara
sesama manusia. Sementara itu, etika berasal dari bahasa latin, yang berarti
falsafah moral dan merupakan cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya,
susila, dan agama. Meskipun berbeda, etika dan etiket memiliki beberapa
persamaan yakni:
ü Keduanya
menyangkut objek yang sama yakni perilaku manusia
ü Etika dan
etiket mengatur perilaku manusia secara normatif, artinya memberi norma bagi
perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yang harus dilakukan atau
yang tidak boleh dilakukan
·
Perbedaan Etika dan Etiket
ü Etiket
menyangkut cara sesuatu melakukan perbuatan harus dilakukan manusia.
ü Etika tidak
terbatas pada cara dilakukannya suatu perbuatan, etika menyangkut pilihan yaitu
apakah perbuatan boleh dilakukan atau tidak.
ü Etiket hanya
berlaku pada pergaulan dalam suatu kelompok tertentu.
ü Etika selalu
berlaku dimana saja dan kapan saja.
ü Etiket
bersifat relatif, artinya yang dianggap tidak sopan di suatu kebudayaan bisa
saja dianggap sopan di kebudayaan lain.
ü Etika
bersifat absolut.
ü Etiket hanya
memandang manusia dari segi lahiriah.
ü Etika
menyangkut manusia dari segi rohaniahnya.
·
Perbedaan Etika dan Hukum
ü Hukum pada
dasarnya tidak hanya mencakup ketentuan yang dirumuskan secara tertulis, tapi
juga nilai-nilai konvensi yang telah menjadi norma di masyarakat.
ü Etika
mencakup lebih banyak ketentuan-ketentuan yang tidak tertulis.
ü Pada umumnya
masyarakat berpendapat bahwa perilaku yang patuh hukum adalah merupakan
perilaku yang etis.
ü Norma hukum
cepat ketinggalan jaman, sehingga dapat menyebabkan celah hukum.
·
Perbedaan Moral dan Hukum
Sebenarnya
keduanya memiliki hubungan yang cukup erat. Moralitas adalah keyakinan dan
sikap batin, bukan hanya sekedar penyesuaian atau asal taat terhadap peraturan.
perbedaan antara moral dan hukum
antara lain:
ü Hukum
bersifat objektif karena hukum dituliskan dan disusun dalam kitab
undang-undang. maka hukum lebih memiliki kepastian yang lebih besar.
ü Moral bersifat
subjektif dan akibatnya seringkali diganggu oleh pertanyaan atau diskusi yang
menginginkan kejelasan tentang etis atau tidaknya.
ü Hukum hanya
membatasi ruang lingkupnya pada tingkah laku lahiriah faktual.
ü Moralitas
menyangkut perilaku batin seseorang.
ü Pelanggaran
terhadap hukum mengakibatkan si pelaku dikenakan sanksi yang jelas dan tegas.
ü Pelanggaran
moral biasanya mengakibatkan hati nuraninya akan merasa tidak tenang.
ü Sanksi hukum
pada dasarnya didasarkan pada kehendak masyarakat.
ü Sedangkan moralitas
tidak akan dapat diubah oleh masyarakat.
·
Etika dan Agama
Etika mendukung keberadaan agama,
dimana etika sanggup membantu manusia dalam menggunakan akal pikiran untuk
memecahkan masalah, perbedaan antara etika dan ajaran agama yakni etika
mendasarkan diri pada argumentasi rasional, sedangkan agama menuntut seseorang
untuk mendasarkan diri pada wahyu Tuhan dan ajaran agama.
·
Etika dan Moral
Etika
lebih berkaitan dengan kepatuhan, sementara moral lebih berkaitan dengan tindak kejahatan.
Ø Klasifikasi Etika
Menurut buku yang berjudul “Hukum
dan Etika Bisnis” karangan Dr. H. Budi Untung, S.H., M.M, etika dapat
diklasifikasikan menjadi :
a.
Etika Deskriptif
Etika deskriptif yaitu etika di mana
objek yang dinilai adalah sikap dan perilaku manusia dalam mengejar tujuan
hidupnya sebagaimana adanya. Nilai dan pola perilaku manusia sebagaimana adanya
ini tercemin pada situasi dan kondisi yang telah membudaya di masyarakat secara
turun-temurun.
b.
Etika Normatif
Etika normatif yaitu sikap dan
perilaku manusia atau masyarakat sesuai dengan norma dan moralitas yang ideal.
Etika ini secara umum dinilai memenuhi tuntutan dan perkembangan dinamika serta
kondisi masyarakat. Adanya tuntutan yang menjadi avuan bagi masyarakat umum
atau semua pihak dalam menjalankan kehidupannya.
c.
Etika Deontologi
Etika deontologi yaitu etika yang
dilaksanakan dengan dorongan oleh kewajiban untuk berbuat baik terhadap orang
atau pihak lain dari pelaku kehidupan. Bukan hanya dilihat dari akibat dan
tujuan yang ditimbulakan oleh sesuatu kegiatan atau aktivitas, tetapi dari
sesuatu aktivitas yang dilaksanakan karena ingin berbuat kebaikan terhadap
masyarakat atau pihak lain..
d.
Etika Teleologi
Etika Teleologi adalah etika yang
diukur dari apa tujuan yang dicapai oleh para pelaku kegiatan. Aktivitas akan
dinilai baik jika bertujuan baik. Artinya sesuatu yang dicapai adalah sesuatu
yang baik dan mempunyai akibat yang baik. Baik ditinjau dari kepentingan pihak
yang terkait, maupun dilihat dari kepentingan semua pihak.
e.
Egoisme
Egoisme yaitu etika yang baik
menurut pelaku saja, sedangkan bagi yang lain mungkin tidak baik. Seseorang
tidak mempunyai kewajiban moral selain untuk menjalankan apa yang paling baik
bagi kita sendiri. Jadi, menurut egoisme etis, seseorang tidak mempunyai
kewajiban alami terhadap orang lain. Meski mementingkan diri sendiri, bukan
berarti egoisme etis menafikan tindakan menolong. Mereka yang egoisme etis
tetap saja menolong orang lain, asal kepentingan diri itu bertautan dengan
kepentingan orang lain. Atau menolong yang lain merupakan tindakan efektif
untuk menciptrakan keuntungan bagi diri sendiri.
Ø Konsepsi
Etika
Konsep-konsep dasar etika antara
lain adalah (Bertens, 2002): (i) ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku
manusia serta azas-azas akhlak (moral) serta kesusilaan hati seseorang untuk
berbuat baik dan juga untuk menentukan kebenaran atau kesalahan dan tingkah
Laku seseorang terhadap orang lain.
Pentingnya peranan etika dalam organisasi tidak
mungkin lagi dapat dibesar-besarkan. Organisasi tidak mungkin berfungsi
secara bertanggung jawab tanpa memiliki etika ketika menjalankan urusan
kesehariannya. Setiap organisasi, baik publik maupun swasta, seyogianya
memiliki dan menerapkan suatu tatanan perilaku yang dihormati setiap anggotanya
dalam mengelola kegiatan organisasi.
Foto Kelompok :
Sumber
Referensi :
Velasquez, G. Manuel (2007). Etika Bisnis. Edisi ke 5. Jakarta: Andi
Dr. H. Untung
Budi, S.H., M.M tahun (2012) . HUKUM DAN ETIKA BISNIS. Yogyakarta: CV Andi Offset
Dr. Ir.
Arissetyanto Nugroho, MM dan Agus Arijanto S.E., M.M PT Penerbit IPB Press (2012). Etika Bisnis Bagi Pelaku Bisnis. Bogor:
Raja Grafindo Persada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar