Jumat, 06 November 2015
Selasa, 20 Oktober 2015
PERILAKU KONSUMEN
PERILAKU KONSUMEN
Perilaku
konsumen ditimbulkan oleh faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap
perilaku pembelian konsumen, perusahaan harus berusaha untuk dapat memahami
perilaku pembelian konsumen tersebut. Konsumen sangat heterogen dilihat dari
usia, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, pekerjaan dan selera. Persaingan
yang dihadapi oleh sebagian besar perusahaan tampaknya semakin mempengaruhi
kebutuhan konsumen dipasar.
Pada dasarnya konsumen berperilaku ingin memanfaatkan uang yang dimilikinya seekonomis mungkin, akan tetapi kebanyakan konsumen tidak akan berhasil. Faktor penyebabnya antara lain sebagai berikut.
a. Pengetahuan konsumen tentang kualitas barang terbatas.
b. Adanya persaingan dari para konsumen.
c. Kecenderungan konsumen bersifat masa bodoh terhadap situasi harga di pasar.
d. Adanya tradisi yang kuat, sehingga memengaruhi tingkah laku konsumen.
Perilaku konsumen juga sangat dipengaruhi oleh hukum permintaan, yang mengatakan bahwa bila harga naik maka permintaan turun. Sebaliknya bila harga turun, maka permintaan naik, dengan catatan keadaan yang lain ceteris paribus.
Ada dua pendekatan konsumen berperilaku seperti hukum permintaan, yaitu sebagai berikut.
a. Pendekatan Marginal Utility
Pendekatan ini bertitik tolak pada anggapan bahwa kepuasan (utility) setiap konsumen bisa diukur dengan uang atau dengan satuan lain, sehingga konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan total yang maksimum.
b. Pendekatan Kurva Indiferen (Indifference Curve)
Kurva indiferen adalah kurva yang menunjukkan kombinasi konsumen antara dua macam barang, yang memberikan tingkat kepuasan sama bagi konsumen.
Perusahaan akan mendapatkan tempat dihati konsumen apabila segala yang ditawarkan oleh perusahaan dapat sesuai dengan apa yang dikehendaki konsumen. Menurut Mangkunegara (2005: 4) perilaku konsumen adalah: “tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa-jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi lingkungan”. Sedangkan menurut Schiffman dan Kanuk di dalam Prasetijo, dkk. (2005: 9) perilaku konsumen adalah: “proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan bertindak pasca konsumsi produk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya”.
Jadi, dapat dikatakan bahwa perilaku konsumen merupakan studi tentang bagaimana membuat keputusan, baik individu, kelompok, ataupun organisasi, membuat keputusan-keputusan beli atau melakukan transaksi pembelian suatu produk dan mengkonsumsinya.
Pada dasarnya konsumen berperilaku ingin memanfaatkan uang yang dimilikinya seekonomis mungkin, akan tetapi kebanyakan konsumen tidak akan berhasil. Faktor penyebabnya antara lain sebagai berikut.
a. Pengetahuan konsumen tentang kualitas barang terbatas.
b. Adanya persaingan dari para konsumen.
c. Kecenderungan konsumen bersifat masa bodoh terhadap situasi harga di pasar.
d. Adanya tradisi yang kuat, sehingga memengaruhi tingkah laku konsumen.
Perilaku konsumen juga sangat dipengaruhi oleh hukum permintaan, yang mengatakan bahwa bila harga naik maka permintaan turun. Sebaliknya bila harga turun, maka permintaan naik, dengan catatan keadaan yang lain ceteris paribus.
Ada dua pendekatan konsumen berperilaku seperti hukum permintaan, yaitu sebagai berikut.
a. Pendekatan Marginal Utility
Pendekatan ini bertitik tolak pada anggapan bahwa kepuasan (utility) setiap konsumen bisa diukur dengan uang atau dengan satuan lain, sehingga konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan total yang maksimum.
b. Pendekatan Kurva Indiferen (Indifference Curve)
Kurva indiferen adalah kurva yang menunjukkan kombinasi konsumen antara dua macam barang, yang memberikan tingkat kepuasan sama bagi konsumen.
Perusahaan akan mendapatkan tempat dihati konsumen apabila segala yang ditawarkan oleh perusahaan dapat sesuai dengan apa yang dikehendaki konsumen. Menurut Mangkunegara (2005: 4) perilaku konsumen adalah: “tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa-jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi lingkungan”. Sedangkan menurut Schiffman dan Kanuk di dalam Prasetijo, dkk. (2005: 9) perilaku konsumen adalah: “proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan bertindak pasca konsumsi produk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya”.
Jadi, dapat dikatakan bahwa perilaku konsumen merupakan studi tentang bagaimana membuat keputusan, baik individu, kelompok, ataupun organisasi, membuat keputusan-keputusan beli atau melakukan transaksi pembelian suatu produk dan mengkonsumsinya.
DAFTAR
PUSTAKA
PERILAKU KONSUMEN
Perilaku
konsumen ditimbulkan oleh faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap
perilaku pembelian konsumen, perusahaan harus berusaha untuk dapat memahami
perilaku pembelian konsumen tersebut. Konsumen sangat heterogen dilihat dari
usia, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, pekerjaan dan selera. Persaingan
yang dihadapi oleh sebagian besar perusahaan tampaknya semakin mempengaruhi
kebutuhan konsumen dipasar.
Pada dasarnya konsumen berperilaku ingin memanfaatkan uang yang dimilikinya seekonomis mungkin, akan tetapi kebanyakan konsumen tidak akan berhasil. Faktor penyebabnya antara lain sebagai berikut.
a. Pengetahuan konsumen tentang kualitas barang terbatas.
b. Adanya persaingan dari para konsumen.
c. Kecenderungan konsumen bersifat masa bodoh terhadap situasi harga di pasar.
d. Adanya tradisi yang kuat, sehingga memengaruhi tingkah laku konsumen.
Perilaku konsumen juga sangat dipengaruhi oleh hukum permintaan, yang mengatakan bahwa bila harga naik maka permintaan turun. Sebaliknya bila harga turun, maka permintaan naik, dengan catatan keadaan yang lain ceteris paribus.
Ada dua pendekatan konsumen berperilaku seperti hukum permintaan, yaitu sebagai berikut.
a. Pendekatan Marginal Utility
Pendekatan ini bertitik tolak pada anggapan bahwa kepuasan (utility) setiap konsumen bisa diukur dengan uang atau dengan satuan lain, sehingga konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan total yang maksimum.
b. Pendekatan Kurva Indiferen (Indifference Curve)
Kurva indiferen adalah kurva yang menunjukkan kombinasi konsumen antara dua macam barang, yang memberikan tingkat kepuasan sama bagi konsumen.
Perusahaan akan mendapatkan tempat dihati konsumen apabila segala yang ditawarkan oleh perusahaan dapat sesuai dengan apa yang dikehendaki konsumen. Menurut Mangkunegara (2005: 4) perilaku konsumen adalah: “tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa-jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi lingkungan”. Sedangkan menurut Schiffman dan Kanuk di dalam Prasetijo, dkk. (2005: 9) perilaku konsumen adalah: “proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan bertindak pasca konsumsi produk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya”.
Jadi, dapat dikatakan bahwa perilaku konsumen merupakan studi tentang bagaimana membuat keputusan, baik individu, kelompok, ataupun organisasi, membuat keputusan-keputusan beli atau melakukan transaksi pembelian suatu produk dan mengkonsumsinya.
Pada dasarnya konsumen berperilaku ingin memanfaatkan uang yang dimilikinya seekonomis mungkin, akan tetapi kebanyakan konsumen tidak akan berhasil. Faktor penyebabnya antara lain sebagai berikut.
a. Pengetahuan konsumen tentang kualitas barang terbatas.
b. Adanya persaingan dari para konsumen.
c. Kecenderungan konsumen bersifat masa bodoh terhadap situasi harga di pasar.
d. Adanya tradisi yang kuat, sehingga memengaruhi tingkah laku konsumen.
Perilaku konsumen juga sangat dipengaruhi oleh hukum permintaan, yang mengatakan bahwa bila harga naik maka permintaan turun. Sebaliknya bila harga turun, maka permintaan naik, dengan catatan keadaan yang lain ceteris paribus.
Ada dua pendekatan konsumen berperilaku seperti hukum permintaan, yaitu sebagai berikut.
a. Pendekatan Marginal Utility
Pendekatan ini bertitik tolak pada anggapan bahwa kepuasan (utility) setiap konsumen bisa diukur dengan uang atau dengan satuan lain, sehingga konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan total yang maksimum.
b. Pendekatan Kurva Indiferen (Indifference Curve)
Kurva indiferen adalah kurva yang menunjukkan kombinasi konsumen antara dua macam barang, yang memberikan tingkat kepuasan sama bagi konsumen.
Perusahaan akan mendapatkan tempat dihati konsumen apabila segala yang ditawarkan oleh perusahaan dapat sesuai dengan apa yang dikehendaki konsumen. Menurut Mangkunegara (2005: 4) perilaku konsumen adalah: “tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa-jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi lingkungan”. Sedangkan menurut Schiffman dan Kanuk di dalam Prasetijo, dkk. (2005: 9) perilaku konsumen adalah: “proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan bertindak pasca konsumsi produk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya”.
Jadi, dapat dikatakan bahwa perilaku konsumen merupakan studi tentang bagaimana membuat keputusan, baik individu, kelompok, ataupun organisasi, membuat keputusan-keputusan beli atau melakukan transaksi pembelian suatu produk dan mengkonsumsinya.
DAFTAR
PUSTAKA
Minggu, 11 Oktober 2015
PERILAKU KONSUMEN
PASAR
MONOPOLI DAN PASAR DAN PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK
·
PENGERTIAN PASAR MONOPOLI
Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu perusahaan
saja. Dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang
pengganti yang sangat dekat.
1.1
CIRI-CIRI PASAR MONOPOLI
Ciri-ciri dari pasar monopoli antara lain:
Pasar
Monopoli Adalah Industri Satu Perusahaan
Sifat ini
sudah secara jelas dilihat dari definisi monopoli di atas, yaitu hanya ada satu
saja perusahaan dalam industri tersebut. Barang atau jasa yang dihasilkannya
tidak dapat dibeli dari tempat lain. Para pembeli tidak mempunyai pilihan lain,
kalau mereka menginginkan barang tersebut maka mereka harus membeli dari
perusahaan monopoli tersebut.
Tidak
Mempunyai Barang Pengganti yang Mirip
Barang yang
dihasilkan perusahaan tidak monopoli tidak dapatdigantikan oleh barang lain
yang ada dalam pasar. Barang tersebut merupakan satu-satunya jenis barang yang
seperti itu dan tidak terdapat barang mirip (close substitute) yang dapat
menggantikan barang tesebut.
Tidak
Terdapat Kemungkinan untuk Masuk ke dalam Industri
Sifat
inimerupakan sebab utama yang menimbulkan perusahaan yang mempunyai kekuasaan
monopoli. Adanya hambatan kemasukan yang sangat tangguh menghidarkan berlakunya
keadaan yang seperti itu. Ada beberapa bentuk hambatan kemasukan dalam pasar
monopoli.
Ada yang
bersifat legal yaitu dibatasi dengan undang-undang. Ada yang bersifat teknologi
yaitu teknologi yang digunakan sangat canggih dan tidak mudah dicontoh. Dan ada
pula yang bersifat keuangan yaitu modal yang diperlukan sangat besar.
1.2 KEBAIKAN DAN KELEMAHAN MONOPOLI
Efisiensi
Kegiatan Monopoli
Penggunaan
sumber – sumber daya yang tidak optimal, menimbulkan akibat:
Produksi dan
penawaran barang adalah relatif dan ini meninggikan.
Biaya
produksi adalah lebih tinggi daripada biaya rata – rata yang optimum.
1.3 MONOPOLI DAN KESEJAHTERAAN
MASYARAKAT
Dalam
monopoli terdapat kemungkinan bahwa harga akan lebih tinggi, jumlah produksi
lebih rendah, dan keuntungan lebih besar daripada di dalam persaingan sempurna.
Berdasarkan kemungkinan yang terjadi, para ahli berpendapat monopoli
menimbulkan keadaan buruk ke atas kesejahteraan masyarakat dan pemerataan
(distribusi pendapatan) menjadi lebih tidak merata.
·
PENGERTIAN PASAR MONOPOLISTIK
1.4 Teori Pasar Persaingan Monopolistik
Definisi
Pasar Monopolistik
Pasar monopolistik
adalah salah satu bentuk pasar dimana terdapat banyak produsen yang
menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek.
Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang
dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk
lainnya.
1.5 Karakteristik Pasar Monopolistik
1. Produk yang terdifferensiasi (Differensiasi Produk)
Differensiasi
produk adalah usaha untuk membedakan produk yang dihasilkan oleh perusahaan
untuk memberikan daya tarik baik langsung maupun tidak langsung kepada konsumen
dibandingkan perusahaan lain yang menghasilkan produk yang sama atau sejenis
ataupun yang berbeda.
2. Jumlah perusahaan banyak dalam industri
Jumlah
perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik banyak. Di Indonesia dapat
dilihat begitu banyaknya merek pakaian dan sepatu. Banyaknya perusahaan
menyebabkan keputusan perusahaan tentang harga dan output tidak perlu harus
memperhitungkan reaksi perusahaan lain, karena setiap perusahaan menghadapi
kurva permintaannya masing-masing.
3. Mudah masuk dan keluar.
Laba super
normal yang dinikmati perusahaan mengundang perusahaan pendatang untuk memasuki
indsutri. Jika mereka mampu bertahan, dalam jangka panjang dapat mengalahkan
perusahaan yang lain. Tetapi jika kalah mereka harus keluar, agar kerugian
tidak menjadi lebih besar. Sama halnya dengan pasar persaingan sempurna, dalam
pasar persaingan monopolistik proses masuk keluar akan terhenti bila semua
perusahaan hanya memperoleh laba normal.
1.6Ciri-ciri Pasar Monopolistik
1.Terdapat banyak penjual di pasar.
2. Barang yang diproduksi dan diperjualbelikan berbeda
corak (ukuran, mutu, dan satuan
harga)
3. Perusahaan tidak memiliki kekuatan penuh untuk
mempengaruhi harga dan menentukan harga
4. Keluar masuk dalam pasar sangat mudah
5. Kegiatan promosi merupakan salah satu penentu
keberhasilan perusahaan.
1.7 Faktor-faktor Yang Menyebabkan Terjadinya
Pasar Monopolistik adalah sebagai berikut :
1). Ketidakpuasan terhadap daya
analisis model persaingan sempurna maupun monopoli.
2). Sumber daya alam yang melimpah
menyebabkan produsen memproduksi barang serupa tetapi memiliki keunggulan yang
berbeda.
3). Differensiasi produk yang tidak
terlalu besar mendorong perusahaan untuk melakukan persaingan non harga.
1.8 Keseimbangan jangka pendek dan
panjang pasar persaingan monopolistik.
Keseimbangan
Perusahaan dalam Jangka Pendek
Dalam jangka
pendek perusahaan dapat menikmati laba super normal. Keseimbangan jangka
pendek perusahaan tercapai bila MR = MC, karena memiliki daya monopoli, walau
terbatas, kondisi keseimbangan perusahaan yang bergerak dalam pasar persaingan
monopolistik sama dengan yang bergerak dalam pasar monopoli.
Keseimbangan
Perusahaan dalam Jangka Panjang
Dalam jangka
panjang perusahaan hanya menikmati laba normal.
1.9 Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopolistik
·
Kelebihan pasar monopolistik:
1. Banyaknya
produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih
produk yang terbaik baginya.
2. Kebebasan
keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi
dalam menghasilkan produknya.
3.
Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan produk
yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk yang
dipilihnya.
4. Pasar ini
relatif mudah dijumpai oleh konsumen, karena sebagian besar kebutuhan
sehari-hari tersedia dalam pasar monopolistik.
·
Kekurangan pasar monopolistik:
1. Pasar
monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi, baik dari segi harga,
kualitas maupun pelayanan. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan
pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar.
2.
Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik,
karena pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
3. Pasar ini
mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya
produksi yang akan berimbas pada harga produk yang harus dibayar oleh konsumen.
Kesimpulan
Pasar
monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu perusahaan saja.
Dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti
yang sangat dekat.
Faktor-faktor
yang menimbulkan monopoli antara lain perusahaan monopoli memiliki suatu sumber
daya yang unik dan tidak dimiliki oleh perusahaan lain, perusahaan monopoli
pada umumnya dapat menikmati skala ekonomi (economies of scale) hingga ke
tingkat produksi yang sangat tinggi, monopoli wujud dan berkembang melalui undang
– undang yaitu pemerintah memberi hak monopoli kepada perusahaan tersebut.
Sedangkan Pasar monopolistik adalah
pasar yang memiliki banyak penjual (produsen) dengan barang yang
diperjualbelikan bersifat homogen. Meskipun homogen, namun dengan merk dan
keunggulan masing-masing yang berbeda.Pasar monopolistik timbul karena
ketidakpuasan akan pasar persaingan sempurna dan monopoli, sumber daya alam
yang tersedia melimpah dan differensiasi produk yang tidak terlalu tinggi.
Daftar
Pustaka
http://devidevristyana.blogspot.co.id/2014/11/makalah-pasar-persaingan-monopolistik.html
https://munikasulistiawati.wordpress.com/2014/08/30/maka
Langganan:
Postingan (Atom)